CEGAH PEMURTADAN
| | ||
| BANDUNG--Kasus pemurtadan disertai penganiyaan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Pendeta Elwin Kawilarang terhadap keluarga Warso, menjadi persoalan serius bagi Umat Muslim di Kota Bandung. Kasus tersebut akan dijadikan entry pointoleh seluruh ormas dan aktivis Islam dalam mencegah terjadinya kasus serupa. Ketua Badan Asistensi Tim Anti Pemurtadan Kota Bandung, Hari Nugraha, mengusulkan agar dibuat perjanjian seperti Piagam Madinah antara umat Muslim Kota Bandung dengan Umat Kristen. Perjanjian itu, diharapkan bisa mencegah pihak lain memurtadkan Umat Islam--misalnya gereja Injili Hok Im Tong yang paling gencar dalam program pemurtadan. Menurut Hari, kasus pemurtadan yang dilakukan oleh Elwin pada keluarga Warso, merupakan pukulan bagi Umat Islam. Kasus tersebut, kata dia, merupakan salah satu kasus yang terangkat ke permukaan. Padahal, pemurtadan itu sudah lama terjadi di masyarakat. Pemurtadan tersebut, imbuh dia, dilakukan melalui berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan, dan sebagainya. Gereja2 Chinese membuat klinik, sekolah2, dan amal2 yang tujuannya untuk pemurtadan. ''Setelah mengadakan pertemuan dengan beberapa ormas Islam, misalnya Forum Ulama Umat Indonesia, Badan Anti Pemurtadan, dan sebagainya, kami sepakat akan menjadikan kasus pemurtadan yang dilakukan Elwin sebagai entry point. Kemenangan keluarga Warso pada kasus itu, berarti kemenangan kaum Muslim, demikian pula sebaliknya,'' katanya. Hari mengatakan, untuk menghilangkan upaya pemurtadan di Kota Bandung, sudah saatnya dibuat perjanjian dengan kelompok Kristen. Bentuk perjanjian itu, kata dia, bisa dibuat seperti isi Piagam Madinah. Isinya, kata dia, umat Islam dan Kristen memiliki hak masing-masing, dan tidak boleh mempengaruhi seseorang yang sudah memeluk agama tertentu. Sedangkan menurut anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi Keadilan Sejahtera, Tedy Rusmawan AT, pihaknya sangat prihatin dengan upaya pemurtadan yang dilakukan oknum dari agama tertentu. Kejadian itu, kata dia, harus dijadikan pelajaran bagi seluruh Umat Islam agar kasus serupa tidak terulang lagi. | ||

0 Comments:
Post a Comment
<< Home