ISLAM KRISTEN

Saturday, June 03, 2006

PENGHUJATAN NABI; CINA2 HUJAT NABI; SEMINARI REFORMED HINA NABI

Allah, subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surat al-Ahzab (33:57)

Dan bagi mereka yang menganiaya Allah dan RasulNya
Maka ketahuilah bahwa Allah mengutuk mereka di dunia dan akhirat.
Dia telah mempersiapkan hukuman yang memalukan bagi mereka.

Cina2 di sekolah2 pendeta selalu menghina nabi dengan alasan perbandingan agama (islamologi). Di seminari SAAT Malang pimpinan Daniel Lucas Lukito ini yg diamati. Mereka selalu menghujat nabi.

Inti dari persoalan ini adalah, bahwa kita –umat Muslim- mencintai Rasulullah, salallahu alayhi wa sallam. Bagi kita persoalan ini adalah persoalan cinta. Jutaan Muslim menyanyikan Qasidah Burdah Imam Al Busairi. Begitu juga, jutaan Muslim mendawamkan Dala’il Khayrat yang disusun oleh Shaykh Jazuli. Masih ada ribuan karya lain yang menyatakan rasa cinta dan syukur kita atas kehadiran beliau, yang disusun oleh ummat Muslim selama berabad-abad.

Mari kita telaah lagi Surat al-Ahzab. Ayat di awal menjadi dasar atas keputusan hukum yang menjadi perhatian kita adalah ayat yang menyatakan keutamaan, derajat yang tinggi atas kaum yang mencintai Rasulullah, salallahu alayhi wasallam. Kita dapat melihat bahwa Allah memberikan keistimewaan kepada ummat Muslim di atas gerombolan pemuja berhala jahiliyah yang menghina Rasulullah, sallalahu alayhi wa sallam, dan secara jelas kita lihat dalam ayat berikutnya, bahwa siapa saja yang menghina Rasulullah, salallahu alayhi wa salam juga merendahkan derajat ummat Muslim. Surat al-Ahzab (33:56-58):

Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi
Dan mintalah kedamaian dan keselamatan baginya.

Dan bagi mereka yang menganiaya Allah dan RasulNya,
Maka ketahuilah bahwa Allah mengutuk mereka di dunia dan akhirat.
Dia telah mempersiapkan hukuman yang memalukan bagi mereka.

Dan mereka yang menganiaya mu’min dan mu’minat,
padahal mereka tidak melakukan kesalahan apa pun,
maka sesungguhnya mereka telah memanggul kebohongan
dan kesalahan yang nyata.

Perbuatan-perbuatan menjengkelkan yang merupakan akibat dari insiden yang terjadi saat ini pada kenyataannya diawali oleh media yang dimiliki dan dijalankan oleh sekelompok orang Cina spt Stephen Tong dan rekannnya Daniel Lucas Lukito yang secara militan menentang ummat Muslim.

Ketetapan dari Shari’ah mengenai seseorang yang menghina atau merendahkan Rasul, QADI ‘IYAD IBN MUSA AL-YAHSUBI, salah seorang Fuqaha terkemuka dari Jalan Amal Ahli Madinah, yang merupakan ‘Umm al-Madhaib – Ibu dari Semua Madhaib (dan telah dinyatakan memiliki ketetapan hukum yang diutamakan atas semua Madhhab yang ada oleh Ibn Taymiyya dalam kitabnya), MENYATAKAN:

“Ketahuilah, barang siapa yang mengutuk Muhammad, salallahu alayhi wasallam, atau mempersalahkan beliau, atau mencari-cari kesalahan terhadap beliau, baik secara pribadi, keluarga dan keturunannya, deen beliau, atau semua sifat beliau, walaupun tidak secara langsung, dengan cara apa pun, baik itu dalam bentuk kutukan atau penghinaan atau merendahkan beliau atau merendahkan derajat beliau atau mencari-cari kesalahan beliau atau berbuat jahat terhadap beliau. Maka hukuman bagi orang yang melakukan hal-hal tersebut di atas sama dengan orang yang mengutuk beliau. Orang yang melakukan hal-hal tersebut akan dihukum mati, sebagai mana akan kami jelaskan. Keputusan hukum ini mencakup segala jenis penghinaan atau perendahaan. Kami tidak memiliki keraguan apapun mengenai persoalan ini, baik yang berupa pernyataan langsung maupun pengandaian."

"Kondisi yang sama berlaku bagi siapa saja yang menghina beliau, menggambarkan beliau, berniat untuk mencelakakan beliau, menyatakan suatu kondisi yang tidak sesuai kondisi beliau, atau membuat lelucon atas urusan penting beliau dengan menggunakan perkataan bodoh, sindiran, perkataan yang tidak disukai atau kebohongan, mencela beliau karena penderitaan maupun ujian yang beliau alami, atau merendahkan beliau karena beliau juga mengalami kondisi alami dan diperbolehkan bagi manusia. Semua ini merupakan kesepakatan dari para ‘ulama dan imam yang mengeluarkan fatwa, sejak masa Para Sahabat sampai dengan masa kini

Abu Bakr ibn al-Mundhir meriwayatkan bahwa para ulama setuju bahwa barang siapa yang menghina Rasul akan dihukum mati. Para ‘ulama tersebut adalah Malik ibn Anas, al-Layth, Ahmad ibn Hanbal dan Ishaq ibn Rahawayh, ini juga merupakan posisi yang diambil oleh Maddhab Syafi’i. Qadi Abu’l-Fadl menjelaskan bahwa keputusan ini dilandaskan kepada pernyataan Abu Bakr as-Siddiq. Taubat dari orang yang melakukan penghinaan tidak akan diterima. Pernyataan serupa juga diutarakan oleh Abu Hanifa dan pengikutnya, ath-Thawri dan para penduduk Kufa serta al-Awza’I Muslim”. […]

“Ibn al-Qasim berkata dalam kitab ‘Utbiyya, ‘Barang siapa yang mengutuk beliau, merendahkan beliau, mencari-cari kesalahan beliau atau merendahkan serta mempermainkan beliau, akan dihukum mati.’”

“Para Fuqaha di Andalusia mengeluarkan Fatwa agar Ibn Hatim, seorang ‘alim di Toledo, dihukum mati dan disalib karena ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa Ibn Hatim mengecilkan Rasulullah, sallalahu alayhi wasallam, dia mengatakan bahwa beliau tidak bersungguh-sungguh dalam berzuhud, dan kalimat-kalimat lain yang sejenis”

"Para Fuqaha di Qayrawan (mesjid agung dan universitas Islam yang terletak di dekat Tunisia) dan para sahabat dari Sahnun mengeluarkan Fatwa untuk menghukum mati Ibrahim al-Ghazari, seorang penyair dan ahli dari berbagai disiplin ilmu. Ibrahim al-Ghazari adalah salah satu dari sekelompok orang yang mendatangi Qadi Abu’l-‘Abbas ibn Talib untuk berdebat. Dia didakwa telah melakukan beberapa hal seperti menghina Allah, RasulNya dan Rasul kami. Qadi Yahya ibn ‘Umar dan para fuqaha yang lain memanggilnya dan memerintahkan agar Ibrahim al-Ghazari dihukum mati dan disalib secara terbalik. Salah seorang ahli sejarah menceritakan bahwa ketika tiang dimana Ibrahim al-Ghazari diikat diangkat, tubuhnya pun diarahkan berlawanan dengan kiblat. Ini merupakan peringatan bagi semua dan orang-orang mengumandangkan Takbir. Setelah itu, seekor anjing datang dan menjilat darah Ibrahim al-Ghazari."

“Habib ibn Rabi’ al-Qarawi meriwayatkan bahwa Maddhab Malik beserta sahabatnya (maksudnya adalah Maddhab Ahli Madinah) menyatakan bahwa barang siapa yang menghina Rasul akan dihukum mati tanpa diizinkan untuk bertaubat”

“Kami telah meriwayatkan kesepakatannya. Adapun mengenai tradisinya, al-Husayn ibn ‘Ali meriwayatkan dari ayahnya bahwa Rasulullah bersabda mengenai hal ini, ‘Barang siapa yang menghina Rasul, maka berilah dia hukuman mati. Barang siapa menghina Para Sahabatku, maka pukullah dia.’ Riwayat ini dapat ditemukan di at-Tabarani dan ad-Daraqutni.”

“Dalam sebuah hadist shahih, Rasul memerintahkan agar Ka’b ibn al-Ashraf dihukum mati. Beliau bertanya, ‘Siapa yang akan mengurus Ka’b ibn al-Ashraf? Dia telah mencelakakan Allah dan RasulNya.’ Beliau mengirim seseorang untuk membunuh Ka’b tanpa memberikan kesempatan untuk bertaubat, sebuah keputusan yang membedakan dengan para musyrikun lainnya. Sebab dari kejadian ini adalah perlakuan Ka’b yang mencelakakan Nabi. Ini menunjukkan bahwa Rasul memerintahkan agar Ka’b dihukum mati karena telah melakukan hal lain selain syirik. Ka’b telah melakukan hal yang menyebabkan celaka.”

“Dalam hadist lainnya mengenai seseorang yang selalu menghina Rasul, Rasul berkata, ‘Siapa yang akan membelaku dari musuhku?’ Khalid menjawab,’Aku akan melakukannya,’ maka Rasul mengirimnya untuk membunuh orang tersebut.
Hukum Fiqh sangat jelas. Tidak ada perdebatan. Tidak boleh ada pendapat. Keputusannya adalah bahwa kaum kafirun harus menyadari bahwa kita ada, dan kita tidak akan memberikan toleransi apapun jika hal yang suci bagi kita dinodai. Kaum kafirun harus menyadari - mungkin jika mereka cerdas, mereka akan menyadari dengan terkejut – mereka tidak akan merasakan hal yang sama, karena mereka berada di luar lingkaran orang-orang yang mencintai Allah dan RasulNya, salallahu alayhi wasallam.

Allah subhanahu wata’ala, berfirman dalam Surat al-Kafirun (109:1-6):

Dengan menyebut nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Katakanlah: Hai orang-orang kafir!
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah
Dan kamu tidak akan menyembah apa yang aku sembah
Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah
Dan kamu tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah.
Untukmulah deenmu, dan untukkulah deenku.

Alasan apapun untuk islamologi yang menghina nabi harus disetop.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home