CINA DALANGI PEMURTADAN OLEH SEMINARI ALKITAB DANIEL LUCAS LUKITO
Cina dibalik pemurtadan bukan hal baru. Cina mendirikan madrasah Alkitab Asia Tenggara (SAAT) di Arjuna 57 Malang untuk itu. Madrasah Cina itu memakai alasan perbandingan agama untuk menghina nabi dan Quran.
Selain itu ada sekte Kanisali juga dengan misi pemurtadan.
Sebuah sekte kristen yang menamakan dirinya Kanisali (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) mulai terdengar di bumi nusantara Indonesia. Aliran yang satu ini memiliki banyak kemiripan ritual seperti dalam agama Islam. Mereka juga melakukan sholat seperti kita. Orang awam mungkin akan mudah terkecoh, namun jika kita jeli kita dapat melihat ketika mereka ruku’, tangan mereka melakukan gerakan-gerakan membentuk segitiga seperti yang biasa dilakukan umat nasrani ketika selesai berdo’a.
Sholat mereka pun juga menggunakan bahasa Arab, kadang imam atau jamaahnya mengenakan baju koko, gamis atau kopiah, sedangkan yang putri memakai jilbab plus pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata kaki. Jika umat Islam sholat sehari 5 kali, maka KOS sholatnya 7 kali sehari setiap 3 jam, masing-masing 2 raka’at. Yaitu sholat sa’atul awwal (shubuh), sa’atuts tsail (dhuha), sa’atu sadis (dhuhur), sa’atut tis’ah (ashar), sa’atul ghurub (maghrib), sa’atun naum (isya’), dan sa’atul lail (tengah malam).
Mereka juga mengklaim memiliki ibadah puasa dan zakat. KOS menyatakan bahwa puasa mereka adalah selama 40 hari berturut-turut yang disebut shaumil khabir yang dilaksanakan sekitar bulan April. Dan puasa “sunnah” mereka adalah Rabu-Jum’at (Puasa sunnah kaum muslimin adalah puasa senin-kamis). Sedangkan zakatnya orang-orang KOS adalah sebesar sepersepuluh (10%) dari pendapatan bruto atau pendapatan kotor (zakat dalam islam adalah 2,5%). Pengajian mereka pun dilaksanakan lesehan tidak di atas bangku
Aliran Kristen yang asalanya dari Syiria (Suriah) ini, diperkenalkan di Indonesia oleh Efram Bar Nabba Bambang Soorsena, seorang Syeikhul Injil (Syeikh adalah gelar yang diberikan Guru Besar Agama Islam) atau penginjil kewarganegraan Indonesia kelahiran Ponorogo.
KOS melakukan pengkanderaan dengan jalan kajian-kajian, misalnya melalui “Pusat Studi Agama dan Kebudayaan”, (Pustaka) di Malang. Ini pasti kerja sama dengan madrasah SAAT. Kini kajian tersebut sudah merambah ke Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta kajian KOS rutin dilaksanakan sebulan sekali di Hotel Sahid Jaya yang diikuti sekitar 400-an orang, yang mayoritasnya adalah muslim. Sebelum kajian biasanya diawali dengan “Sholat” naum (mirip maghrib) dan dilanjutkan dengan “tilawatil Injil” berbahasa Arab
Selain itu mereka juga menerbitkan buku-buku yang berkedok Islam yang diterbitkan oleh penerbit yang memakai nama-nama Islam. Ada dua target penerbitan buku-buku berwajah Islam. Pertama target ke dalam, yaitu untuk meneguhkan ajaran mereka yang paling benar. Target kedua adalah untuk mengelabui ummat Islam untuk membaca dan meyakini ajaran dan dogma (doktrin) mereka.
Diantara buku-buku yang menyesatkan itu adalah :
1. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyelamatkan (Karya Drs. H. Amos alias Drs. A. Poernama Winangun, seorang murtadin).
2. Al-Maih Wal Masihiyun Fil Qur’an (Karya Drs. Amin Al-Barokah)
3. Selidikilah, Anda Pasti Selamat (Karya Sultan Muhammad Paul, Penerbit: Yayasan Jalan Al-Rachmat)
4. Kaligrafi dan Kalender Arab yang berisi Injil
5. dan masih banyak lagi
Bayangkan bila buku-buku ini dibaca oleh orang tua kita, adik kita, dan teman-teman kita yang masih awam!!
Pemurtada gaya ini lebih mudah menyerap massa, dikarenakan kurangnya ilmu dan pemahaman Muslim Indonesia terhadap ajaran agamanya, dan juga karena perpecahan di tubuh umat Islam sendiri yang saling menjatuhkan satu sama lain. Marilah kembali kepada Al-Qur’an dan Alh-Hadits, dan jagalah ukhuwah diantara kita. Umat Islam bukan anti toleransi maupun benci perdamaian tetapi anti Gerakan Pemurtadan!!
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan suka kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka” (Al-Baqoroh 120).
Selain itu ada sekte Kanisali juga dengan misi pemurtadan.
Sebuah sekte kristen yang menamakan dirinya Kanisali (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) mulai terdengar di bumi nusantara Indonesia. Aliran yang satu ini memiliki banyak kemiripan ritual seperti dalam agama Islam. Mereka juga melakukan sholat seperti kita. Orang awam mungkin akan mudah terkecoh, namun jika kita jeli kita dapat melihat ketika mereka ruku’, tangan mereka melakukan gerakan-gerakan membentuk segitiga seperti yang biasa dilakukan umat nasrani ketika selesai berdo’a.
Sholat mereka pun juga menggunakan bahasa Arab, kadang imam atau jamaahnya mengenakan baju koko, gamis atau kopiah, sedangkan yang putri memakai jilbab plus pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata kaki. Jika umat Islam sholat sehari 5 kali, maka KOS sholatnya 7 kali sehari setiap 3 jam, masing-masing 2 raka’at. Yaitu sholat sa’atul awwal (shubuh), sa’atuts tsail (dhuha), sa’atu sadis (dhuhur), sa’atut tis’ah (ashar), sa’atul ghurub (maghrib), sa’atun naum (isya’), dan sa’atul lail (tengah malam).
Mereka juga mengklaim memiliki ibadah puasa dan zakat. KOS menyatakan bahwa puasa mereka adalah selama 40 hari berturut-turut yang disebut shaumil khabir yang dilaksanakan sekitar bulan April. Dan puasa “sunnah” mereka adalah Rabu-Jum’at (Puasa sunnah kaum muslimin adalah puasa senin-kamis). Sedangkan zakatnya orang-orang KOS adalah sebesar sepersepuluh (10%) dari pendapatan bruto atau pendapatan kotor (zakat dalam islam adalah 2,5%). Pengajian mereka pun dilaksanakan lesehan tidak di atas bangku
Aliran Kristen yang asalanya dari Syiria (Suriah) ini, diperkenalkan di Indonesia oleh Efram Bar Nabba Bambang Soorsena, seorang Syeikhul Injil (Syeikh adalah gelar yang diberikan Guru Besar Agama Islam) atau penginjil kewarganegraan Indonesia kelahiran Ponorogo.
KOS melakukan pengkanderaan dengan jalan kajian-kajian, misalnya melalui “Pusat Studi Agama dan Kebudayaan”, (Pustaka) di Malang. Ini pasti kerja sama dengan madrasah SAAT. Kini kajian tersebut sudah merambah ke Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta kajian KOS rutin dilaksanakan sebulan sekali di Hotel Sahid Jaya yang diikuti sekitar 400-an orang, yang mayoritasnya adalah muslim. Sebelum kajian biasanya diawali dengan “Sholat” naum (mirip maghrib) dan dilanjutkan dengan “tilawatil Injil” berbahasa Arab
Selain itu mereka juga menerbitkan buku-buku yang berkedok Islam yang diterbitkan oleh penerbit yang memakai nama-nama Islam. Ada dua target penerbitan buku-buku berwajah Islam. Pertama target ke dalam, yaitu untuk meneguhkan ajaran mereka yang paling benar. Target kedua adalah untuk mengelabui ummat Islam untuk membaca dan meyakini ajaran dan dogma (doktrin) mereka.
Diantara buku-buku yang menyesatkan itu adalah :
1. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyelamatkan (Karya Drs. H. Amos alias Drs. A. Poernama Winangun, seorang murtadin).
2. Al-Maih Wal Masihiyun Fil Qur’an (Karya Drs. Amin Al-Barokah)
3. Selidikilah, Anda Pasti Selamat (Karya Sultan Muhammad Paul, Penerbit: Yayasan Jalan Al-Rachmat)
4. Kaligrafi dan Kalender Arab yang berisi Injil
5. dan masih banyak lagi
Bayangkan bila buku-buku ini dibaca oleh orang tua kita, adik kita, dan teman-teman kita yang masih awam!!
Pemurtada gaya ini lebih mudah menyerap massa, dikarenakan kurangnya ilmu dan pemahaman Muslim Indonesia terhadap ajaran agamanya, dan juga karena perpecahan di tubuh umat Islam sendiri yang saling menjatuhkan satu sama lain. Marilah kembali kepada Al-Qur’an dan Alh-Hadits, dan jagalah ukhuwah diantara kita. Umat Islam bukan anti toleransi maupun benci perdamaian tetapi anti Gerakan Pemurtadan!!
“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan suka kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka” (Al-Baqoroh 120).

4 Comments:
At 10:14 AM,
manusia langka said…
Sebenarnya yang membuat kristen tidak suka dengan islam yakni, banyak orang kristen yang dibunuh dengan cara yang tidak manusiawi. Apalagi sambil membunuh dengan seruan Allah maha besar dengan sangat nyaring dan bangga...tapi pada waktu itu dalam keadaan sedang membunuh membunuh....
At 11:58 AM,
righteousness said…
Demikian juga kalau kita berpikir positif, membuka pintu hati kita, dan sejenak menyingkirkan kebencian - iri hati, bahkan secara logika kita akan tahu kebenaran yang betul-betul BENAR.
Semua kita, agama apapun mengakui, bahwa Tuhan itu Maha Kasih, Maha Kuasa, dan Maha Segala-galanya. DIA adalah Tuhan yg tidak pernah membeda-bedakan manusia. Semua sama di hadapanNya. Tidak ada yang menyangkal itu. PASTI!
Nah, kalau kita memang mengakui demikian, mengapa alquran harus ber-Bahasa Arab saja? Dengan dalih itu adalah bahasa asli saat diturunkan sbg Wahyu kepada Muhammad?
Kalau itu alasannya berarti ANEH. Kenapa?
1. Kita tahu bhw sebelum ada alquran, kumpulan Wahyu dari Tuhan yang ditulis Nabi Musa dan Nabi-nabi setelahnya (yg nantinya disebut sbg Alkitab pd zaman kita) telah lebih dulu ada. Dan itu tertulis tidak dalam bahasa ARAB kan?
Perhatikan juga kisah Ibrahim yg menikah dgn Sarah lalu melahirkan Ishak. Sdg Ismail adl anak dari Hagar, gundik/pembantu Ibrahim. Sedang di alquran semua itu menjadi berbeda/terbalik, Ismail digambarkan sbg ahli waris yg syah dari Ibrahim.
Meskipun kalau kita cermati, menjadi terkesan dipaksakan. Bgm tidak, kalau di Alkitab jelas garis keturunannya:
Ibrahim -> Yakub -> 12 suku Israel: Yehuda, Yusuf, & yg lainnya -> lalu terus hingga Obed -> Isai -> Daud -> Salomo -> terus hingga Yusuf -> Yesus (Isa)
Jadi kesemuanya dalam satu garis keturunan yg syah.
Sedangkan Ismail melahirkan siapa saja? dan tdk ada garis keturunannya yg tertulis.
Pada zaman Daud, bangsa Filistin (sekarang: Palestina) adalah bangsa kafir yg menyembah dewa-dewa da itu adalah musuh bebuyutan bangsa Israel yg menyembah Tuhan Semesa Alam. Kenapa ini tidak pernah disebutkan di alquran? ANEH kan?
Jadi bgm mungkin kalau Alkitab itu palsu? bukan malah sebaliknya?
2. Lalu bagaimana mungkin Tuhan menurunkan Alquran & membrikannya pada Muhammad, dan isi alquran tsb sudah berbeda jauh dan terkesan menjiplak bahkan dipalsukan dari tulisan yg lebih dulu ada yg diwahyukan kepada Nabi-nabi?
Bahkan anehnya dalam bahasa Arab? Apakah Tuhan hanya bisa berbahasa Arab?
Tahu nggak sejarah terjadinya Bahasa?
Cukup segitu dulu deh..
At 4:02 AM,
Mikhail said…
Kristen ortodoks Syria, jelas-jelas itu kristen. Bagaimana orang bisa terkecoh? Dari nama agamanya saja sudah jelas khan? Saya rasa orang yang berpendapat seperti ini hanya mengada-ada. Apa iya ada orang Islam yang bingung sampai terkecoh?
At 4:06 AM,
Mikhail said…
"Selain itu mereka juga menerbitkan buku-buku yang berkedok Islam yang diterbitkan oleh penerbit yang memakai nama-nama Islam. Ada dua target penerbitan buku-buku berwajah Islam. Pertama target ke dalam, yaitu untuk meneguhkan ajaran mereka yang paling benar. Target kedua adalah untuk mengelabui ummat Islam untuk membaca dan meyakini ajaran dan dogma (doktrin) mereka.
Diantara buku-buku yang menyesatkan itu adalah :
1. Ayat-ayat Al-Qur’an yang menyelamatkan (Karya Drs. H. Amos alias Drs. A. Poernama Winangun, seorang murtadin).
2. Al-Maih Wal Masihiyun Fil Qur’an (Karya Drs. Amin Al-Barokah)
3. Selidikilah, Anda Pasti Selamat (Karya Sultan Muhammad Paul, Penerbit: Yayasan Jalan Al-Rachmat)
4. Kaligrafi dan Kalender Arab yang berisi Injil
5. dan masih banyak lagi"
Ini lebih parah lagi. Buku-buku di atas adalah buku-buku kristen. Kalau orang Islam membacanya sedikit saja pastilah menyadari hal itu. Jadi saya rasa kekhawatiran penulis artikel ini lebih aneh lagi.
Post a Comment
<< Home